A space to voice thoughts and doubts of Namora.
Random header image... Refresh for more!

Tembakau : ‘Nikmat’ Pembawa Sengsara

tembakau

Sebagai orang yang pernah terserang batuk (*uhuk) karena menjadi perokok pasif, maka berkenaan dengan peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2006 ini, saya ingin memperingatkan bahwa:

  1. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau BERBAHAYA DALAM BENTUK APAPUN.
  2. Rokok, rokok pipa, bidi, kretek, rokok beraroma cengkeh, snus, snuff, rokok tanpa asap, cerutu… semuanya berbahaya.
  3. Memperingatkan kita semua bahwa tembakau dalam jenis, nama dan rasa apapun sama bahayanya. Tembakau BERBAHAYA DALAM SAMARAN APAPUN. Mild, light, low tar, full flavor, fruit flavored, chocolate flavored, natural, additive-free, organic cigarette, PREPS (Potentially Reduced-Exposure Products), harm-reduced… semuanya berbahaya. Label-label tersebut TIDAK menunjukkan bahwa produk-produk yang dimaksud lebih aman dibandingkan produk lain tanpa label-label tersebut.
  4. Menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk sesegera mungkin meratifikasi WHO Framework Convention on Tobacco Control (WHO FCTC) demi kesehatan penerus bangsa. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang belum menandatangani perjanjian Internasional ini.
  5. Mengajak para perokok pasif (orang yang tidak merokok namun ikut menghirup asap rokok) agar lebih berani memperingatkan para perokok agar tidak merokok di tempat umum demi KESEHATAN diri sendiri dan orang lain.

Internet, 31 Mei 2006

Tertanda,

-Namora-

Ajakan ini dari priyadi

0 comments

There are no comments yet...

Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment