Category — My Life
Pindahan
Hari ini saya resmi sudah pindahan. Tapi kali ini pindah kerja
, di Jakarta…. (padahal rumah saya kan di tangerang, jadi harus berangkat lebih pagi dari biasanya..)
January 2, 2006 1 Comment
Gebleg Mama-Fanta
Ini sudah yang kesekian kali saya ‘berurusan’ dengan yang namanya PT MIF. Kepanjangannya dari MIF silakan tanyakan pada google (clue: M=Maxgain), cuma yang saya selalu teringat adalah tentang ‘Mama-Fanta‘ nya.
Sekitar sebulan yang lalu adik saya yang baru lulus dari politeknik negeri semarang, mengirim SMS kalau dia mendapat telpon untuk interview dari suatu perusahaan. Mungkin karena gugup atau tidak jelas, adik saya menulis di SMS nya sebagai PT Mama … Fanta, yang bertempat di Gedung BEJ. Dia bingung karena dia masih di Semarang, dan bingung antara memenuhi undangan tersebut atau mengikuti test recruitment yang diadakan di kampusnya.
Oke lah akhirnya tugas saya yang mencari informasi (dia pikir karena saya di jakarta…heheh padahal saya tinggal klik tombol di google)
Ternyata itu perusahaan akhir2 ini dengan gencar binti gencir, mengiklankan di internet ‘lowongan’ kerjanya. Saya sampai gebleg sendiri membaca iklan2 nya… dengan posisi lowongan pekerjaan yang aduhai hai hai. Belakangan saya tahu dari milis2 (kalo tidak salah dari milis ekonomi-nasional, atau Pasar_Modal di yahoogroups) bahwa yang dia cari bukanlah calon karyawan, melainkan calon ‘lawan’ dalam melakukan transaksi bisnisnya. bleeeg…gebleg.
Yang bikin gebleg lagi, HP saya sudah 2 kali ditelpon dia untuk ditawarin ‘pekerjaan’ tersebut, padahal saya tidak pernah submit aplikasi ke mereka.
Begitu mudahkah mereka ‘menyolong’ data? Atau memang data di Indonesia demikian murahnya?
Gebleg!
December 8, 2005 1 Comment
Just Posting… [i’ve no idea]
Friday, September 24, 2004
Alhamdulillah hari ini sudah selesai UAT untuk transaksi payment IM3 Pre-paid dan Post-paid (Smart & Bright). PIC dari Artajasa adalah Pak Boyke. Cepet banget UATnya. Kata mbak Silvi, ini UAT paling cepat dalam sejarah.
Ternyata P Boyke punya kenalan juga di sini. Dunia IT emang ngga lebar-lebar amat ya… Kenalan dia ternyata dulu satu kuliah. “Wah jadi reuni nih Pak Boyke…” Bentar lagi mau pulang nih. Eh pas mau pulang, disuruh browsing dulu. Yawdah browsing bentar, cek email.. hhm cuma beberapa email yg masuk. Sepi.
December 2, 2005 No Comments
Who want to be inferior?
Mesti dimulai dari mana ya? Inferior artinya kan tidak superior? Kira-kira enakan mana: inferior apa superior? Hampir dalam beberapa hal, US mungkin lebih superior dibandingkan dengan negara lain. Jadi superior lebih dekat konotasinya ke: Hebat, bagus, besar (dalam ukuran tertentu — ya ngga Pemmy?), pokoknya top abis deh. Sebaliknya inferior mungkin ada yg mengartikan sebagai: Jelek (minimal ngga bagus-bagus amat), kecil, ecek-ecek, amatiran, abangan, looser, yah pokoknya gitu deh.. you know lah, jelek!
Apakah selalu superior lebih unggul dibandingkan dengan inferior? Apakah semua orang atau hal harus menjadi superior? Kalo menurut saya jawabnya adalah tidak. Tidak selalu superior lebih unggul dari inferior, dan tidak semua harus menjadi superior (Kalo semua menjadi ’superior’ pasti dikelompok itu ada juga yang ‘inferior’).
Dalam bahasan Managerial Economics disebutkan jika faktor lainnya tetap (ceterus paribus), dan pendapatan/income meningkat, maka demand terhadap suatu barang normal akan naik sedangkan terhadap barang inferior akan turun. (Bener ngga sih?) Jika yang terjadi adalah hal sebaliknya, income turun, maka demand terhadap barang inferior akan naik. Nah dari sini dapat dikatakan bahwa kadang dalam posisi inferior ada nilai lebihnya. Jadi inget kalo Pak Prof.Sumirat bilang bisnis yang tak pernah mati adalah bisnis retail (supermarket), karena dia selalu menyediakan barang superior/normal dan juga barang inferiornya.
Dalam suatu kompetisi, kadang dalam posisi yang underdog juga mempunyai daya saing yang lebih. Tim seperti underdog, Yunani atau checko dalam piala Eropa, ternyata dapat mencetak prestasi yang lumayan bagus dibanding Inggris. (Bener nga sih?). SBY yang dikasih lebel inferior (jendral cengeng?) oleh TK, akhirnya mendapat simpati yang dapat membawanya ke putaran 2 pilpres. Kaya’nya masih banyak lagi deh kasus yg mirip2 ini. Delon (Indonesian Idol) yang dicap underdog oleh Juri, ternyata mampu ke grand final… hehehe pengamat juga ya?
So. Moral yang didapat adalah kadang menjadi inferior sama bagusnya dengan menjadi superior (tapi 1 banding 1000 kali ya?) So kalo ada yang mengatakan kalo kamu tuh Jelek, endut, O-on, kerempeng, Telmi, jangan ngambek atau marah.. siapa tau dibalik itu semua ada nilai positifnya… ya minimal dapat pacar yang baik, cakep, pinter… kaya lagi. Ya ngga alvin..? Hehehhe
December 2, 2005 No Comments
Jika tidak ada jika
Bingung ya baca title nya? Begini.. kapan hari pas dijalan, sempat ada ide (sampai kedengeran bunyi ‘ting’ nya) bagaimana seandainya ngga ada ‘jika’. Kata ‘Jika’ dalam kehidupan sehari-hari lebih dekat pengertiannya kepada hal pengandaian, yang berarti bisa terjadi dan bisa pula tidak.
Dalam dunia IT, lebih spesific lagi di dunia software, phrase ‘jika’ atau ‘if’ merupakan phrase yang sangat berperan dalam proses flow control jalannya aplikasi. Statement yang menjadi operand atau yang diuji kebenarannya oleh ‘if’ akan selalu benar (true) atau salah (false). Ups, jadi inget filem “Meet the parents” kmrn yg ada adegan kocaknya waktu si camer (calon mertua) yang anggota FBI menginterograsi calon menantunya agar menjawab “Ya” atau “Tidak” saja sambil dipegang kedua tangannya. Hehehe
Kembali ke software tadi, jika tidak ada ‘jika’, artinya jalannya aplikasi tidak dapat dikontrol; lebih spesific lagi dapat dikatakan aplikasi tidak dapat berjalan. (Sorry,) jadi inget lagi kata temen saya (Idam Satria), yang berkata kalo semua bahasa pemrograman tuh gampang, selama masih ada ‘if’ disitu.
(Kembali ke bagian sebelumnya). Jika aplikasi tidak dapat berjalan, berarti sama artinya tidak ada aplikasi (software). Anda dan saya tidak dapat browsing, chatting. Tidak juga dapat pelayanan yang memuaskan dari layanan perbankan. Mungkin kita akan menabung seperti jaman nemo kita: di bawah bantal! Kita juga tidak kenal apa itu SMS, HP, nonton TV, waifi dengan blututnya; Tidak juga dapat terbang dengan pesawat… wis pokoke kumplit-plit. Dan akibatnya hidup anda dan saya (minimal) menjadi datar.
Dan perhatikan pula, jika memang tidak ada ‘Jika’, Lebih ekstrim lagi, anda semua mungkin tidak dapat menerima/membaca message (tulisan) ini jika tidak ada ‘jika’. Dan kalaupun bisa, tulisan ini menjadi tidak ada (judulnya). Judul yang berbunyi ‘jika tidak ada jika’, jika (jika lagi..) ‘jika’ nya dibuang kan menjadi: ‘tidak ada’. Nah anda bingungkan jika (jika lagi..) judulnya ‘tidak ada’?
Nah.. untung kan ada si ‘jika’. HHmmm. ILU jika… muachh..
December 2, 2005 No Comments
(Bener juga:) I hate monday
Kemarin bener2 hari yang melelahkan. Bener juga ada yg bilang “I hate monday!”. Pagi hari macet. Siang hari nunggu-nunggu Test script dengan telkomsel untuk transaksi pembelian voucher, baru bisa test script jam 3. Udah gitu ada masalah lagi! Sorenya jam 6 kurang dari Senayan ke Slipi, macet-cet, nyampe jam 7 kurang 1/4. Habis sholat maghrib, di kantin dibilangin Ika kalo hari ini jadi UTS Teori Organisasi. (Bukannya kmrn Pak Sony bilang hari ini mau review semua bab..?) Ternyata bukan cuman aku yg panik. Semuanya juga (100%) pada ngga siap alias ngga tau. Yawdah, tetep aja UTS. Walaupun Open-book, tetap aja kami glagepan.. bleep..vbleep. Hah! Masih kerasa capeknya pagi ini.
December 2, 2005 No Comments
Nasib Cuti
Masuk kerja lagi. Kemarin udah cuti 2 hari. Sebenernya udah submit cuti 6 hari, ngehabisin cuti besar 3 tahunan yang akan expired bulan ini. Tapi akhirnya hari ini masuk lagi.
December 1, 2005 No Comments
Ayo sekolah…
Tadi siang diberitahu pihak HRG, bahwa permohonan beasiswa untuk sekolah lagi di setujui. Wah! mepet banget kasih taunya, nyaris terlambat. Harley akhirnya telpon ke pihak UPH, untuk minta kelonggaran daftar ulang untuk 1-2 minggu.
Udah kebayang nih capeknya. Kata Mei di MM lebih banyak tugasnya daripada ambil MTI. Kata aku sih sama aja, sama-sama capeknya. Cuman yang di MM kaya’nya lebih banyak capeknya dari pada di MTI… Sok tau ya? kakaakak..
December 1, 2005 No Comments
Today
Weleh! Capek skali hari ini. Hari senin=hari capek? Ke bank panin, mbetulin INTTL2, trus pulangnya ke Niaga Sudirman, mbalikin buku, trus makan sambil ngobrol bla-bla. Pulangnya mampir ‘bentar ke RS Harapan Kita Slipi. Padahal masih ada satu rencana lagi yang blum dikerjakan, yaitu mbayar cicilan ke BTN. Dibatalin takutnya banknya tutup. Ups, mbalik lagi donk ke kantor. Tapi sekarang … ya mbalik lagi alias pulang ke rumah.. wong udah waktunya koq!
:)
December 1, 2005 No Comments
Dejavu #2
Hm… tinggal 2 program lagi buat payment dan reversalnya ke Host Telkom Multimedia. Sebenarnya program2 tersebut mirip sekali dengan yang versi Hostnya Artajasa. Besuk pagi aja kali ya.. lagi ngga fit nih.. mana AC nya dingin banget.
Sepertinya aku belum ‘cerita’ ya kalau tuh program2 dibikin pake COBOL. Aku jadi inget sekitar tahun 1998 di Semarang, aku pernah menjadi asisten dosen di STIMIK AKI untuk praktikum pemrograman COBOL. Tapi COBOL yang versi PC. Ngga nyangka kalau sekarang diriku harus bermesraan dengan makhluk yang namanya COBOL. Padahal waktu itu –sumpah– aku ngga ngerti plus males jadi asisten bahasa pemrograman tsb. Waktu itu dosennya kalo ngga salah Pak Yonathan atau siapa ya? Where R U now? Hehehe… *biip kok jadi keinget masa lalu ya… Lain kali aja deh aku lanjutin episode semarangnya… Skrg mau sholat dulu, kalo masih kuat mikirnya aku lanjutin COBOL-nya.. kalo udah ngga ya… browsing bentar, trus pulang.
December 1, 2005 1 Comment
