A space to voice thoughts and doubts of Namora.
Random header image... Refresh for more!

Category — Uncategorized

Info dot info

Ketika saya mencari materi referensi untuk keperluan thesis saya, saya menjumpai ‘hal menarik’ yang sepertinya perlu saya tulis di sini. Dengan menggunakan google dan dengan mempersempit opsi pencariannya, saya menemukan beberapa alamat website yang ‘melayani’ jasa penjualan dan penyusunan skripsi. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya juga pernah menemukan tidak dengan sengaja (kasusnya sama, melalui google). Tapi waktu itu hanya ada satu, yaitu skripsiku.com. Pagi ini saya menjumpai ada 3. Tentunya saya yakin bisa lebih dari itu jumlahnya, jika saya menggunakan keyword yang lain. Website itu di antaranya: skripsiekonomi.com, skripsife.com. Di website-website tersebut, terpampang jelas judul-judul skripsi yang bisa dipesan, baik dalam format hard-copy maupun soft-copy, plus biaya dan metode pembayarannya. Saya tidak tahu, mereka mendapatkan file-file skripsi dari mana. Tapi saya sangat yakin bahwa pemilik skripsi-skripsi tersebut tidak menyangka bahwa skripsinya ‘dijual’, dan pemilik skripsi tidak dimintai ijin untuk menjualnya.

Saya pribadi sangat menyesalkan dengan hal tersebut. Saya mungkin salah satu yang termasuk ke dalam kelompok yang menganggap bahwa informasi seharusnya bebas dan dapat dengan mudah diperoleh (seperti halnya udara), terutama dalam beberapa jenis informasi (dalam hal ini informasi akademik dan intelektual). Karena, saya yakin sekarang –bahkan mungkin dari dulu– semua orang sangat membutuhkan informasi. (Sebenarnya tadi saya berpikir untuk menulis, apakaha informasi itu perlu dikontrol atau tidak,.. nanti deh saya lanjutkan di bagian lain).

[Read more →]

April 21, 2006   2 Comments

Positip!

Keprihatinan tentang kondisi bangsa kita, tidak boleh hanya sekedar prihatin, dan menyerah begitu saja dalam menghadapinya. Karena sudah pasti, jika tidak diambil langkah yang benar (apalagi didiamkan begitu saja), permasalahannya akan semakin rumit.

Kompas hari ini menyajika pendapat para pakar psikologi indonesia, dalam menghadapi kondisi keterpurukan bangsa kita. Yaitu dengan memulai dan membiasakan untuk berpikir positif. Karena sikap pesimis tak akan membuahkan penyelesaian masalah. Justru sebaliknya, sikap tersebut memperkeruh masalah. Demikian pendapat guru besar psikologi UI Sarlito Wirawan Sarwono.

Lebih lanjut, dia mengemukakan bahwa cara manusia memandang hal-hal di sekelilingnya ikut memengaruhi tindakan-tindakannya. Pandangan pesimis dan muram akan mengarahkan penganutnya tidak punya harapan.

Pandangan optimis dan ceria akan mengarahkan penganutnya membuat dunia jadi cerah, lebih baik, dan penuh harapan. Hal itu bisa dipraktikkan dengan memandang setiap manusia berpotensi membawa kebaikan tanpa mematikan daya kritis terhadap yang bersangkutan. Mulai dari lingkungan terkecil: diri sendiri, keluarga, dan hidup bermasyarakat.

Selengkapnya baca di kompas hari ini: http://kompas.com/kompas-cetak/0604/06/humaniora/2562038.htm

Baca juga tulisan saya sebelumnya di http://namora.org/blog/?p=45

April 6, 2006   No Comments

Karya tergila

Saya baru saja membaca sebuah artikel di detik.com tentang revisi UU Tenaga Kerja. As usual, semua hal bisa menjadi pro-cons di negeri ini. Tapi yang sempat saya baca, dari detik.com, banyak yang pihak yang tidak setuju alias kontra dengan revisi UU ini. Pihak tersebut tentunya adalah pihak pekerja; karena dinilai oleh mereka, revisi tersebut semakin ‘menyulitkan nasib’ mereka. Bahkan mereka menyebut revisi UU tersebut, karya tegila dari putra-putri bangsa Indonesia.

[Read more →]

March 29, 2006   No Comments

:)

Dosen saya, pak Berlian pernah mengeluhkan perihal sulitnya menemukan orang dijalan, dengan senyum menghias bibirnya. Saya sendiri sebenarnya juga menemukan fakta yang demikian, tapi kok ya saya tidak merasakan akan fenomena itu ya? Jangan-jangan saya lah salah satu orang yang Pak Berlian keluhkan itu.

Saya tidak tahu apakah ini hanya terjadi di sini (jakarta), atau juga di tempat-tempat lain. Tapi saya yakin, di sinilah TKP yang terparah. Kalau anda sekarang tinggal di jakarta, cobalah keluar ke jalan sebentar. Pandangilah orang-orang yang sedang diam (dalam arti tidak sedang melakukan percakapan). Amatilah, … apakah anda temui emoticon titik dua kurung buka di wajahnya atau sebaliknya; titik dua kurung tutup. Sad but true. Kalau anda sering naik sarana angkutan umum, baik itu metromini, bus, kereta api. kapal laut, kereta api, cobalah sekali lagi amati penumpang-penumpangnya yang sedang kelelahan, sedang berdiri, sedang ketiduran, sedang menerawang…, saya yakin wajahnya kelihatan sumpek semua.

Sebenarnya, itulah cerminan dari kualitas hidup bangsa kita (demikian, masih yang pak dosen ceritakan). Untuk mengetahui bangsa seperti apa, sebenarnya dapat langsung terlihat di jalanan.

[Read more →]

March 28, 2006   1 Comment

The world is not enough, but Google …

“Tanya mbah google dulu.” Demikian isi dari sebuah email, dalam menanggapi sebuah pertanyaan yang ditanyakan di mailing list (milis). Memang tipikal orang bermacam-macam dalam hal mencari informasi (termasuk belajar, karena belajar pada prinsipnya mengumpulkan dan mencerna informasi). Dalam kasus di atas mungkin si penanya dalam milis memang belum mencari informasi menggunakan search engine, atau mencari via search engine tapi tidak menemukan jawaban yang diinginkan. Bisa jadi dia maunya jawaban yang lebih pas dan sudah ‘teruji’ atau applicable dari orang yang pernah memperolehnya.

Bagi saya pribadi, jika ada pertanyaan yang memang membutuhkan jawaban, saya lebih suka mencarinya terlebih dahulu via search engine (baca: google, my favourite search engine). Karena dengan itu, saya dapat memperoleh informasi yang banyak (bahkan sangat banyak), bahkan dari berbagai macam sudut pandang. Thanks to google! Bahkan google yang smart sepertinya tahu apa yang kumau (hehe.. kaya iklan aja). Sepertinya mencari apa aja kok selalu ada di google.

Masing-masing orang tentu punya pengalaman sendiri dengan google. Juga mempunyai kiat-kiat tersendiri ketika ‘ngobrol’ dengan si embah yang satu itu. Sekedar berbagi, berikut tips / kiat-kiat yang saya lakukan dalam menggunakan google.

Gunakan kata kunci (keyword) yang pas. Ya pasti lah… (standar banget ya…)

Untuk materi-materi yang spesifik yang dimungkinkan materi tersebut hanya berada di lokal (indonesia), saya sering menggunakan fasilitas advanced search, dan mempersempit hasil pencarian yang menggunakan bahasa Indonesia. Misalnya ketika saya mencoba mencari file MP3 lagu ‘dealova’, saya yakin hal ini ada diweb yang berbahasa Indonesia (diweb site luar negeri mungkin ada, tapi kecil lebih kemungkinannya). Maka saya gunakan cara di atas, dan benar juga ada sebuah forum berbahasa Indonesia (kalau ngga salah kaskus.com) yang memberikan link (url) ke website yang menyimpan file tersebut.

Carilah di ‘lemari’ yang pas. Kalau saya mencari file referensi bahan kuliah, atau journal ilmiah, saya lebih sering menemukan jawabannya di ‘lemari’ scholar. http://scholar.google.com. Yang saya maksud ‘lemari’ di sini adalah layanan google berdasarkan pengelompokan tertentu. Di situ ada pencarian berdasarkan/untuk gambar, peta, buku, groups, video, bahkan ada pencarian dengan special search. Lihat di options (http://www.google.com/intl/en/options/) untuk lebih detil.

Begitulah pengalaman saya dengan google.

March 10, 2006   1 Comment

Dealova, an inspired ‘love’ song

Sebenarnya ini lagi lumayan lama, mungkin sudah setengah tahun (atau lebih) dari sekarang. Hmm, Cuma… karena belum ada ide yang mau ditulis di sini saja, akhirnya coba saya posting deh tentang lagu itu. (basi ngga sih..). Biarin aja mau dibilangin ABG, atau apalah terserah. Saya pikir, sayang kalau sewa host buat blog tapi tidak diisi. :) Hehehe

Ini dia syairnya:

Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati tlah letih

Aku ingin sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tau bahwa ‘ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
bayangmu seakan-akan

Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
seperti udara yang kuhela kau selalu ada

Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
Dan sepi………………

Awalnya sering dengar lagu ini dinyanyikan abege. Di seberang tempat saya beli roti bakar, setidaknya 2 kali saya dengar lagu ini dinyanyikan dengan menghayati oleh beberapa abege. Lagu apa sih gerangan sampai demikian semangatnya mereka menyanyikan lagi ini. Tapi egoku yang sudah tidak abege lagi sok jaim (hehe bahasanya abege pula), pura-pura cuex dengerin lagu itu. Apa sih… berisik, pikirku. Mendingan nungguin bapak tukang roti yang asyik membolak-balik roti bakarnya… hmm yummy.. Tapi untuk yang kedua kalinya, diam-diam akhirnya ‘nguping’ juga. hehehe.. Ternyata bagus juga.

Terus suatu saat, lihat di teve, once menyanyikan lagi ini. Hmm oke juga.. pantesan abege banyak yang suka. Belakangan baru tahu bahwa lagu itu hasil karya Opick. Belakangan ini juga (baru beberapa hari), atas desakan istri akhirnya beli juga album Opick. Liriknya religius, bagus dan kreatif. Lagunya juga enak-enak.. even my childs, they love so much especially for the ‘Alhamdulillah’ song. Thanks Opick!

Kembali ke Dealova (yang sampai sekarang syairnya belum bisa saya hafalkan), sepertinya kalau melihat background penulisnya (Opick), this is not a just love song like for a man to a woman. I think this song reflects love in general ways. Tidak cuma buat cinta-cintaan, cinta monyet, dlsb. Bagi Opick mungkin bisa diartikan cinta ke pada sang maha cinta, yang keberadaannya selalu ada di sekitar kita, as the air, seperti udara yang dapat kita hirup.. Tapi entahlah, tergantung yang merepresentasikan tentunya.

February 24, 2006   No Comments

Meredam Rasa Tersinggung

Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Salah satu hal yang sering membuat energi kita  terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh  ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.
Ketika  tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan  selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal  yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah  habisnya amal kita.

Efek yang biasa ditimbulkan oleh  rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan  lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak  tersinggung menjadi suatu keharusan.

Apa yang menyebabkan orang tersinggung?  Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai  dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, saleh, tampan, dan merasa sukses. Setiap kali kita  menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang  menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika  kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada  sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional  menilai diri.

Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri
kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa  saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang  pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin  banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan  membuat kita makin tersinggung. Ada beberapa cara yang  cukup efektif untuk meredam ketersinggungan. Pertama,  belajar melupakan Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang  direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita ustadz  lupakan keustadzan kita.

Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan  seterusnya. Anggap semuanya ini amanah agar kita tidak  tamak terhadap penghargaan.  Kita harus melatih diri  untuk merasa sekadar  hamba Allah yang tidak memiliki  apa-apa kecuali ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih  banyak  tidak tahu. Kita tidak  mempunyai  harta sedikit  pun  kecuali sepercik titipan  Allah. Kita tidak  mempunyai jabatan
ataupun kedudukan  sedikit pun kecuali sepercik yang Allah amanahkan. Dengan sikap seperti  ini  hidup kita akan lebih ringan.  Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati,  akan kian sering  kita  sakit hati. Kedua, kita harus  melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat   jika  kita dapat menyikapinya dengan  tepat. Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku  orang kepada kita,   jika  bisa menyikapinya dengan tepat.

Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian, dan  sebenarnya kita tidak  bisa memaksa orang lain berbuat  sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa  diri  sendiri menyikapi orang lain  dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang  lain kepada kita,  tentu  itu terjadi
dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita  alami untuk menguji keimanan kita. ‘’Dan sungguh akan  Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit  ketakutan, kelaparan,  kekurangan harta, jiwa dan  buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada  orang-orang yang  sabar. (Yaitu) Orang-orang yang  apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Puji Tuhan. Mereka itulah  yang  mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka  itulah orang-orang yang mendapat  petunjuk. Ketiga, kita harus berempati.

Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita.  Perhatikan kisah seseorang yang tengah menuntun gajah  dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang  Gajah tersebut. Yang di  depan berkata, “Oh indah nian  pemandangan sepanjang hari”. Kontan ia dilempar dari  belakang karena  dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat  pantat gajah. Karena  itu, kita harus belajar  berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung, cari seribu satu alasan  untuk  bisa memaklumi orang lain.

Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita  buat semata-mata  untuk memaklumi, bukan untuk  membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri. Keempat, jadikan penghinaan orang  lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas  diri dan kesempatan  untuk mengamalkan sifat mulia.
Yaitu, memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya  dengan kebaikan.

February 8, 2006   No Comments

PC Recovery

Kemarin satu partisi hardisk saya corrupt, sehingga tidak dapat di akses, seolah-olah hardisk tersebut belum diformat. Ini terjadi karena sebelumnya Windows XP yang ngambek. Sebelumnya, ketika saya tambahkan memory, PC saya performancenya wus wus wus… Tapi begitu direstart, WinXP nya bengong, dan meski di coba boot pake safe mode berulang kali, tetap aja hang. Akhirnya saya lepas lagi memorynya, dan up lagi dia. Tapi …. yaitu tadi partisi hardisk (drive D), hilang plus data yang ada di situ. Wah puyeng….

Akhirnya, setelah tanya-tanya Google, dapat software recovery (yang gratisan tentunya.. :) , yaitu PC Inspector Recovery. Not too bad and simple. Dengan user interface yang adem, dan 4 steps yang mudah untuk diikuti. Bagi yang mengalami kejadian seperti saya, saya merecomendasikan menggunakan tool ini.

Ternyata setelah masalah ini beres, ketika jalan di Ratu Plasa pas makan siang, saya lihat ada juga yang jual CD tersebut. :)

February 8, 2006   No Comments

Performancing for Firefox

Did you know that you can now blog directly from Firefox?

This is my first post directly from my browser, firefox, using a tool named Performancing for Firefox.
Performancing for Firefox is a full featured blog editor that sits right within Firefox. We just hit F8
or click the little pencil icon at the bottom right to bring up the
blog editor and easily post to blog machines that support Wordpress, MovableType or Blogger
blogs.

Just download the Performance for firefox, and enjoy your blogging. :)

February 3, 2006   No Comments

Blog.Worm spread …!


Blog.Worm

oops! my blog infected by the virus..

February 1, 2006   No Comments