A space to voice thoughts and doubts of Namora.
Random header image... Refresh for more!

Category — @ Work

Dari meeting ke meeting

Dalam 3 hari ini saya melakukan aktifitas di luar kantor, lebih spesifik lagi meeting dengan beberapa institusi. Artinya saya berada di tempat lain alias gedung lain yang berbeda dengan gedung tempat saya berkerja (tentunya). Yang pertama, meeting di Graha XL, di Lingkar Mega Kuningan. Kesan yang pertama adalah tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.

[Read more →]

January 24, 2007   6 Comments

Uncategorized category

Dua hari belakangan ini, saya melakukan backup data pada PC kerja saya yang sudah hampir 5 tahun tidak saya backup datanya. Semua data yang ada di situ ternyata udah campur aduk tidak karuan, bahkan ada yang dobel alias ada file yang sama namun pada folder yang berbeda.

Setelah saya amati dari pengalaman saya tersebut, berikut ini adalah tips-tips yang berhubungan dengan file management:

Konsisten. Sebisa mungkin membuat suatu pengelompokan file ’sekaku’ mungkin, dan unique sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menempatkan / menyimpan file tersebut. Misalnya : sebuah folder dengan nama ‘Data’ adalah nama yang sangat umum sekali sehingga, memberikan justifikasi kepada kita untuk dapat memasukkan file apa saja. Pokoknya data! Boleh saja digunakan folder dengan nama ‘Data’, tetapi di dalamnya harus ada folder-folder lainnya yang lebih spesifik.

Temporary folder. Usahakan selalu membersihkan isi dari temporary folder dalam waktu tertentu (sehari sekali atau satu minggu sekali, jangan seperti saya — 5th sekali :( ) , dan memindahkan isi dalam folder tersebut ke dalam folder yang sesuai. Hal ini selain dapat mengurangi space penyimpanan (Hard disk), juga menjamin konsistensi antara isi (file) dengan foldernya.

Archieve / Compressed file. File-file archive (*.zip, *.rar, *.tar dll) yang sudah tidak terpakai, misalnya source file hasil download dari internet yang sudah di extract atau diinstall, sebaiknya dihapus. Sebaliknya, file-file yang jarang diakses ada baiknya di compress sehingga hard-disk dapat bernapas lebih lega (maksudnya yang punya hard-disk).

Inspeksi. Sering-seringlah jalan-jalan di folder-folder yang ada. Jika menemukan ada sesuatu yang janggal, misalnya adanya duplikasi file antar folder, adanya file yang sudah tidak up to date, file yang salah tempat, segera lakukan tindakan, misalnya dengan menghapus, atau memindahkan ke tempat semestinya.

Mungkin dengan memperhatikan tips-tips di atas dapat menjadikan pekerjaan kita lebih efisien, lebih mudah mencarinya jika kita memerlukan file tertentu, dan bisa hemat space.

Memang sih space relative tidak menjadi masalah dalam hal harga, tetapi waktu yang dibutuhkan sangatlah berharga.
Contohnya, hari ini saya melakukan burn (bahasa yang tepat apa ya? pembakaran? :) file-file backup ke media CD. Karena begitu banyaknya file dan beraneka ragam isinya, saya harus mengelompokkan dan butuh waktu agar file-file tersebut daat tersimpan ke CD dengan efisien. (1 cd maksimum 700 MB).

Begitulah. Mungkin ada yang punya tips / best practice lain yang lebih oke?

Hehehe.. saya jadi malu sendiri pas mau tekan tombol publish. Ini tulisan dimasukkan ke kategori apa ya? Sepertinya pembuatan kategori di blog ini kurang oke.. :maludeh

December 15, 2005   No Comments

Happy Birthday!


Yesterday, Dec 4th is anniversary day for my company. In the early morning of today, I received an official email from BOD to announce this. I think there is a little person who know or remember that birthday. :)

Today, the company is turning to 30 years of age. The email said,

“At a person’s age, you’d have graduated from university, you could have obtained a Master Degree and if you continued, you could have already been entitled with a PhD. But as you did not go for the PhD……?”

And then …

“Now, let me get back to my question in the beginning of this message - “What if you do not go for PhD?” Well, Multipolarian, if you are 30 years of age and don’t go for PhD, chances are, I guess, that you have chosen to have marriage bond with Multipolar.
Therefore, we should strive to produce more “babies” – by it I mean, Build our solid teams, and Build our prospective Businesses. Only in doing so, we can continue to safe guard our motto of: “Grow and Prosper Together!”

I just join with the company for 5 years ago. Who’s join with the company from 0 year? I think there is no one to do that. I count that the long of time that some one join with this company is less than 20 years. So I think they choose for to obtain PhD with other company.

Congratulations, anyway and thanks for the email. I think we can’t hide our excitement in this commemoratory day if you can adjust our salary up to the magic number, 30%.

December 5, 2005   2 Comments

Apakabar JAVA?

Kangen rasanya udah lama ngga temu kamu. Padahal baru beberapa bulan. Ah..JAVA emang ngebut banget perkembangannya. Keteteteteteran deh ngikutin perkembangannya. Yang aku inget terakhir sih (pas belum kebagian assigment baru), nyoba ngutak-utik lomboz pake eclipse. Gile, sekarang udah lupa. :-) Belum juga nyoba yang lainnya, pengen nyoba juga Hibernate, XML-RPC. Hhmm trus pengen nyoba juga bikin SMS/MMS gateway. Mas Bisyron bilang di group java-id@yahoogroups.com untuk nyoba pake Open SMPP, atau NowSMS. Tapi kapan ya?

Btw, gimana ya kabarnya Websphere? udah nyampe versi berapa ya? masih lemot ngga ya? Aku yakin sih masih… hehehehe.. slowly is absolutely ‘trademark’ of java (?).

Tapi java cool banget lho. Asli! Rugi deh kalo ngga kenal dia.
Miss U.

December 1, 2005   No Comments

Mengapa ini yang terjadi

Besuk mesti ke customer lagi di senayan. Hmm dua hari ini aku lumayan nyantai — jadi bisa nge-blogg :) — Harusnya hari ini aku sedang melakukan pra-UAT untuk transaksi pembelian voucher (pre-paid) telkomsel. Tapi ditunda besuk pagi, 3 hari!

Jadi kalau schedulenya ngga berubah (lagi?), hampir dipastikan ngga bisa nge-blogg lagi. *thuink* (tiba2 bertanya:) kenapa ya di dunia IT sering kali susah untuk mendapatkan kepastian, dan sering sekali ditemukan perubahan2 (–kok jadi bego gini ya nanyanya).

Maksudnya, aku ngga tau apa ini ironi atau apa. Dunia IT yang konon di dalamnya berlaku kaidah2 dan entitas yang terukur, objectif, exact, 1=1, false=false dan lain-lain nya yang sejenis dengan itu, ternyata tidak ada artinya karena masih ada satu entitas lagi yang paling dominan peranannya, yaitu MANUSIA! Ya…brainware, attitude-ware, dan ware-ware lainnya (ngawur ya? hehehe) ternyata sangat besar peranannya.

Semua inilah yang menyebabkan schedule yang kemarin berubah-ubah (baca:bergeser dan bergeser tanggalnya) terus. Tapi mo gimana lagi yak! Emang mesti kitu kali… Hehehe jadi panjang kan? udah ah.. piss deh!

December 1, 2005   No Comments

Sedikit tentang IT

Monday, June 14, 2004

Setelah beberapa bulan ‘nyemplung’ (lagi) ke dunia aplikasi dengan pendekatan prosedural dan escape (sejenak?) dari Object Oriented paradigma, saya menemui sebuah pengalaman baru yang mungkin dapat dijadikan sedikit referensi bagi implementasi produk IT di dunia nyata (baca: bukan dunia IT). Seperti banyak diketahui bahwa setidaknya terdapat 2 pendekatan yang paling menonjol dewasa ini dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan teknologi informasi; atau lebih sempit lagi, dalam dunia pemrograman aplikasi komputer, terkenal 2 paradigma, yaitu Procedure programming dan Object-Oriented Programming. Dewasa ini muncul lagi pendekatan baru yaitu Aspect-Oriented Programming.

Saya mungkin tidak dapat menguraikan satu persatu pengertian-pengertian tersebut di atas. Tapi yang jelas, pendekatan yang terkini cenderung lebih maju, walaupun –menurut saya– dalam hal maturitas pendekatan old-style (baca: Procedure programming) adalah lebih mature. Misalnya antara Procedure Programming dengan Object-Oriented programming, tentu OO Programming lebih maju dari segi konsep, ‘ideologi’ dan mungkin juga ‘nilai jual’ dari aplikasi yang dihasilkan.
Lalu bagaimanakah pandangan user terhadap 2 ‘mahsab’ ini? Sebagian user yang aware terhadap teknologi, entah memahami betul konsep OO ataupun termakan jargon orang marketing, tentu jika ditawari solusi OO akan senang sekali untuk menggunakan solusi OO tersebut. Sebagian lainnya ada juga yang tidak begitu mempersoalkan dengan cara apa dan bagaimana solusi yang diberikan oleh vendor IT bagi bisnis mereka.

Akhir-akhir ini saya terlibat di dalam project yang menggunakan pendekatan procedure programming. Saya hanya menerima ‘warisan’ project dari para ‘alumni’ periode sebelum saya (kapan ya saya bisa jadi ‘alumni’?). Tanpa bermaksud mengurangi dari ‘jasa’ mereka yang telah membuat aplikasi tersebut berjalan sedemikian rupa, tentu –menurut pendapat saya– banyak terdapat hal-hal yang jika dilihat dari kacamata dunia OO hal itu merupakan weakness point. Misalnya dengan banyaknya kode-kode program (source-code) yang ditulis berulang sehingga listing programnya menjadi panjang; ataupun dengan banyaknya statement GOTO yang kadang menyebabkan source-code tersebut seperti –apa yang dikatakan orang-orang sebagai:– sarang laba2. Tentu hal ini tidak dapat dipermasalahkan dan sah-sah saja, karena dari sisi logika proses bisnis, hal itu tidak menimbulkan masalah. Artinya, aplikasi tersebut sejauh ini working properly. Lagi pula memang banyak alasan mengapa digunakan pendekatan procedure programming dalam hal ini. Salah satu alasan yang tepat adalah mungkin karena pada waktu itu konsep OO belum lahir. Ditambah lagi, sepertinya dari sisi environment (misalnya hardware, operating system, development tools) juga tidak mendukung.

Dari sini mungkin dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang terlalu jelek ataupun terlalu bagus dalam dunia IT, karena tidak ada yang baru dalam dunia IT karena yang ada adalah yang ‘paling baru’ — dan itupun tidak lama! Dan bahwa semua menempati atau mendapatan bagian masing-masing dalam kapasitasnya masing-masing memang benar adanya. Karena tidak ada monopoli dalam dunia IT. Dalam pandangan orang-orang marketing IT, yang ada adalah semangat ‘persatuan dan kesatuan’ dalam mendapatkan kue project IT. :)

December 1, 2005   No Comments