<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Random Thoughts</title>
	<link>http://namora.org/blog</link>
	<description>A space to voice thoughts and doubts of Namora.</description>
	<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 17:35:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.0.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Everyone can be superheroes</title>
		<link>http://namora.org/blog/2008/04/29/everyone-can-be-superheroes.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2008/04/29/everyone-can-be-superheroes.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 17:32:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Opinion</category>
	<category>Quotes</category>
	<category>Happening</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2008/04/29/everyone-can-be-superheroes.html</guid>
		<description><![CDATA[See?
Now you respect me, because I&#8217;m a threat.
Jam 5 pagi. Mata masih ngantuk kriyip-kriyip, mendadak kaget, melek!, melihat berita utama di tivi, tentang pembakaran masjid jamaah Ahmadiyah. Weh&#8230; lhadalah.  Kepriben kiye.  Semua kok pada main kasar, enggak preman, oknum pejabat, sampai ke rakyat, lan ugo ummat.
Saya bukan simpatisan, apalagi anggota jamaah Ahmadiyah, dan tidak bermaksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>See?</p>
<p>Now you respect me, because I&#8217;m a threat.</p></blockquote>
<p><img title="syndrome" alt="syndrome" class="frame right" src="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/syndrome.jpg" />Jam 5 pagi. Mata masih ngantuk <em>kriyip-kriyip</em>, mendadak kaget, <em>melek!</em>, melihat berita utama di tivi, tentang pembakaran masjid jamaah Ahmadiyah. Weh&#8230; <em>lhadalah</em>.  <em>Kepriben kiye</em>.  Semua kok pada main kasar, enggak preman, oknum pejabat, sampai ke rakyat, <em>lan ugo </em>ummat.</p>
<p><a id="more-104"></a>Saya bukan simpatisan, apalagi anggota jamaah Ahmadiyah, dan tidak bermaksud membahasnya dalam blog berbayar ini (jaaah.. blog berbayar!), karena bagi saya hal tersebut merupakan kasus <em>ndeso</em>, <em>katrok lan ngisin-ngisini</em>; yang menurut saya yang awam &#8211;dan melihatnya dari  luar&#8211; ini kasus yang mestinya gampang sekali diselesaikan oleh bangsa ini, yakni oleh negara dan juga rakyatnya. Loh! kok malah dibahas.</p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, saya juga menerima terusan email dan SMS berantai tentang larangan menonton sebuah acara tivi, yang berisi &#8217;syiar&#8217; agama tertentu yang diyakini dapat mempengaruhi keyakinan yang menontonnya. Seperti tipikal pesan spam lainnya, email dan SMS tersebut mengutip narsum yang dianggap dapat meyakinkan, dan juga <em>amanat </em>untuk meneruskan pesan tersebut. Harusnya tidak ada yang aneh dari pesan tersebut, tapi mungkin karena redaksi penulisan yang &#8216;aneh&#8217;, bagi saya ajakan dan ancaman tersebut terlalu aneh dan mengada-ada. Duh.. &#8216;biasa aja kenapa? Kok sepertinya ketakutan sekali. Padahal justru dengan adanya email dan SMS berantai tersebut, membuat sebagian orang jadi semakin penasaran, dan ingin menontonnya. Nah lho, jadi kontra-produktif dong! Yang tadinya tidak tahu, jadi penasaran, dan kemungkinan malahan menonton acara tersebut.</p>
<p>Memang <em>issue </em>SARA (termasuk di dalamnya masalah agama) adalah issue yang sangat sensitif, dan saya yakin, (*ambil corong mikropon Pak Lurah) &#8220;kita sebagai bangsa yang besar harusnya dapat banyak belajar untuk menyelesaikannya. Janganlah terlalu hobi membawa suatu masalah yang <em>suderhana, </em>ke dalam eee.. apa itu, perspektif SARA! Betul tidak? Akan lebih bagus lagi kalau kita dapat melihatnya dari perspektif yang lebih luas.&#8221;</p>
<p>Betul Pak! (<em>kenthir</em>!, <em>iki njawab sopo</em>?) Kadang kita perlu menyerahkannya kepada alam (kakaknya Vet.., ah sudahlah). Biarkan waktu yang mencerna dan menyelesaikannya. Dibiasakan aja. Maksudnya, &#8220;biasa aja kenapa?&#8221;. Kadang waktu lebih adil dalam menyelesaikan. Mana yang benar, pasti akan terbukti benar dengan sendirinya, dan kita tidak harus menghabiskan sumber daya dan energi dengan sia-sia. Masih banyaaak janda.. ups, persoalan penting yang menanti untuk diselesaikan.</p>
<p>Itu semua tentunya kalau kita dapat berpikir jernih dan positif. Bukannya selalu dihantui oleh perasaan takut akan datangnya musuh. Padahal sebenarnya musuh itu sendiri berada dalam alam pikiran yang negatif. Kalau sudah demikian, kita sering sekali melihat sesuatu hal yang sebenarnya biasa, menjadi suatu ancaman serius yang harus diperlakukan dengan &#8216;hormat&#8217; (*nunjuk <a target="_blank" href="http://www.imdb.com/title/tt0317705/quotes">quote di awal tulisan</a>).</p>
<blockquote><p>Sekian <em>nggih</em>.. (*kembalikan corong mikropon kepada Pak Lurah).</p>
<p><em>Pareng</em>&#8230; <em>pareng</em>&#8230;</p>
<p>Monggo&#8230; (<em>loh? sopo iki sing njawab</em>).</p></blockquote>
<p>Keterangan gambar: <a target="_blank" href="http://www.imdb.com/media/rm1042126848/ch0003832">Syndrome - Character at &#8220;The Incredibles&#8221;</a>, © 2004 Buena Vista Pictures Distribution.</p>
<p>Loh ternyata judulnya nggak nyambung! Hihihi&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2008/04/29/everyone-can-be-superheroes.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Kemuning Global Warming</title>
		<link>http://namora.org/blog/2008/04/25/kemuning-global-warming.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2008/04/25/kemuning-global-warming.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 14:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Me and my family</category>
	<category>Happening</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2008/04/25/kemuning-global-warming.html</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa orang yang seusia saya mungkin pernah merasakan nikmatnya main ketapel. Kayu yang dipakai sebagai bahan ketapel biasanya diambil dari jenis kayu yang kuat. Kalau dulu sih saya menggunakan kayu kemuning, sebagai bahan (pegangan) ketapel, meskipun saya harus mencarinya sampai ke kebun-kebun kosong. Puas rasanya ketika berhasil menemukan sebuah cabang yang kuat dan berbentuk menyerupai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="frame right" src="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/kemuning.jpg" /></p>
<p>Beberapa orang yang seusia saya mungkin pernah merasakan nikmatnya main ketapel. Kayu yang dipakai sebagai bahan ketapel biasanya diambil dari jenis kayu yang kuat. Kalau dulu <em>sih </em>saya menggunakan kayu kemuning, sebagai bahan (pegangan) ketapel, meskipun saya harus mencarinya sampai ke kebun-kebun kosong. Puas rasanya ketika berhasil menemukan sebuah cabang yang kuat dan berbentuk menyerupai huruf &#8216;Y&#8217;.</p>
<p><a id="more-103"></a>Tadi sore, perasaan serupa sepertinya muncul lagi. Ketika di taman kota BSD, mata saya secara tidak sengaja membaca sebuah papan nama pohon &#8220;Kemuning&#8221;.  Wah sepertinya saya hampir lupa dengan nama pohon tersebut. Dan kenangan bersama kemuning kembali muncul, mengingatkan ke masa kecil dulu.</p>
<p>Memang jaman telah berubah, bahkan mungkin termasuk budaya dan orang-orangnya, juga mengalami perubahan.  Saya perhatikan anak saya, Ammar dan Salma terlalu asyik menikmati suasana baru dan arena permainan, ketika saya mengamati beberapa jenis pohon yang ada di taman kota tersebut.  Mereka tentu tidak mengenal kemuning, melinjo, angsana, flamboyan, karena mereka tidak seperti ayahnya yang <em>ndeso</em>, yang hidup lebih dekat dan bermain dengan alam, bukan dengan <em>games </em>komputer atau HP.</p>
<p>Keberadaan tempat-tempat seperti Taman Kota BSD tersebut, menurut saya sangatlah dibutuhkan. Selain sebagai &#8216;paru-paru&#8217; kota, juga sebagai tempat bersantai dan belajar bagi siapa saja yang ingin lebih dekat dengan alam (<em>back to nature</em>). Apalagi dengan semakin kencangnya issue <em>global warming</em> (pemanasan global) yang begitu mengkhawatirkan. Al Gore, dalam sebuah acara di HBO dan juga di acara Oprah Winfrey mendeskripsikan dengan detail akan ancaman yang ditimbulkan akibat pemanasan global tersebut. Saya yakin dengan melestarikan dan memperbanyak areal hijau, diharapkan dapat mengurangi efek pemanasan global tersebut.</p>
<p>Btw, dari hasil jalan sore di taman kota BSD, saya menyimpan dua hal kegundahan, kalau tidak mau disebut sebagai kekecewaan.</p>
<ul>
<li>Pertama, selain taman tersebut dipenuhi dengan berbagai macam tanaman (bahkan mungkin ada yang termasuk langka), ternyata sore tadi, sekitar jam 4 sore, taman tersebut juga ditumbuhi berpasang-pasang remaja yang asyoi pacaran. Ya, ya, di manapun dunia serasa milik berdua. Saya terpaksa harus mengalihkan perhatian (bukan karena saya pengen, hehehe), yakni mengalihkan perhatian agar anak saya tidak menangkap <em>image </em>tersebut.</li>
<li>Kedua, berkaitan dengan tanam-menanam, kenapa pohon mangga saya tidak cepat tumbuh besar; bukannya pohonnya yang tumbuh, tapi malahan semut dan rumput yang mengerubung. Lha gitu kok ngomongin <em>Global Warming</em> segala. <em>Oalaahh..Ngoco le .. ngoco..</em></li>
</ul>
<p>Biar tidak dibilang basbang, omong omdo doang, berikut adalah beberapa skrinsut di taman kota BSD, dan sedikit pamer<strike>an</strike> foto bunga kesayangan. <em>Monggo</em>.</p>
<blockquote><p><a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01328.jpg">1</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01329.jpg">2</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01330.jpg">3</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01332.jpg">4</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01333.jpg">5</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01334.jpg">6</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01335.jpg">7</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01336.jpg">8</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01337.jpg">9</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01338.jpg">10</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01339.jpg">11</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01340.jpg">12</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01342.jpg">13</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01343.jpg">14</a>  <a href="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/Taman%20Kota%20BSD/DSC01344.jpg">15</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2008/04/25/kemuning-global-warming.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pak Harto</title>
		<link>http://namora.org/blog/2008/01/27/selamat-jalan-pak-harto.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2008/01/27/selamat-jalan-pak-harto.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 15:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
	<category>Opinion</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2008/01/27/selamat-jalan-pak-harto.html</guid>
		<description><![CDATA[
Hari ini, 27 Januari 2008, tepatnya pukul 13.10 WIB, H. M. Soeharto   menghembuskan nafasnya yang terakhir, setelah 24 hari dirawat intensif   di RSPP Jakarta.
Kabar meninggalnya Pak Harto menyebar ke seluruh penjuru negeri,   menyedot perhatian media massa, dan barangkali juga perhatian sebagian   besar rakyat Indonesia.  Mantan Presiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="frame right" src="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/120px-Soeharto.jpg" /></p>
<p>Hari ini, 27 Januari 2008, tepatnya pukul 13.10 WIB, H. M. Soeharto   menghembuskan nafasnya yang terakhir, setelah 24 hari dirawat intensif   di RSPP Jakarta.</p>
<p><a id="more-102"></a>Kabar meninggalnya Pak Harto menyebar ke seluruh penjuru negeri,   menyedot perhatian media massa, dan barangkali juga perhatian sebagian   besar rakyat Indonesia.  Mantan Presiden RI ini meninggalkan begitu banyak sejarah di hati   rakyatnya.</p>
<p>Ada yang mengagungkan dan ada juga yang menghujatnya. Pak   Harto, layaknya sekeping mata uang yang mempunyai dua sisi yang   berbeda, memiliki banyak kelebihan dan kekurangan.  Berkat jasa beliau, rakyat di penjuru negeri pernah mengalami   kemakmuran dan beroptimis serta bersemangat untuk menghadapi   kehidupannya. Masalah-masalah yang belakangan ini muncul, seperti   kemiskinan, kesulitan ekonomi, pengangguran, kepastian akan   ketidakpastian, keberadaannya bagaikan sebuah mimpi buruk yang tidak   pernah dibayangkan oleh generasi yang pernah hidup di era kepemimpinan   Pak Harto.</p>
<p>Selain meninggalkan prestasi, Pak Harto juga meninggalkan kenangan   buruk, dan pengalaman yang mengerikan bagi sebagian rakyat dan   keluarganya yang pernah menjadi korban tindakan politik-militer Pak   Harto. Bagaikan seorang Bapak dalam arti yang literal, dia kadang   menjadi begitu kejam terhadap anak-anaknya. Walaupun kadang absurd   mengartikannya. Untuk kepentingan siapa tindakan seorang Bapak itu.   Didedikasikan untuk anaknya, ataukah sebenarnya untuk kepentingannya. Betapa banyak anggota keluarga rakyat Indonesia yang raib, menjadi   korban penculikan, menjadi korban tindakan represif ajang demokrasi   jalanan. Bagaimana pula perasaan 300.000 sampai satu juta keluarga yang   anggota keluarganya &#8216;dibersihkan&#8217; oleh operasi Kopkamtib menumpas   ajaran komunis.</p>
<p>Hari ini, di media TV, selain dipenuhi laporan (reportase), beberapa di   antaranya menayangkan <em>obituari</em> sang <em>Smiling General</em> ini, lengkap dengan   ilustrasi gambar yang khas liputan pemerintahan orde baru.  Hal tersebut seperti   mengingatkan kembali perjalan sejarah bangsa dan membuai pemirsa    bernostalgia ke masa di mana diperkenalkan adanya jargon Swasembada   Pangan, Program Repelita, Trilogi Pembangunan, yang kesemuanya itu   <em>obsolete</em> dan tidak diingat lagi (setidaknya dalam pengertian   harafiahnya).</p>
<p>Bagi saya, dan mungkin beberapa orang, acara TV tersebut sepertinya   menjadikan &#8216;hiburan&#8217; setelah selama ini semua stasiun TV mencekoki   tayangan infotainment dan sinetron bodoh. Bahwa ternyata bangsa   ini pernah &#8216;besar&#8217; dan mempunyai jati diri, meskipun kini semuanya sekarang   dibuktikan lain oleh sejarah.</p>
<p>Terlepas dari sisi negatif Pak Harto, sudah selayaknya rakyat dan   bangsa Indonesia berterima kasih kepada beliau.  Bapak yang melayani   anak bangsanya, Bapak yang melindungi, Bapak yang mengayomi, dan Bapak   yang memberikan contoh (baik dan juga buruk). Jasanya begitu besar   untuk bangsa.  Tanpa beliau kita tidak pernah tahu betapa kegelapan dan   kesulitan-kesulitan bangsa ini ternyata begitu menyesakkan. Dan sudah   sepantasnya kita belajar.</p>
<p>Ada beberapa hal yang mengalami masa belajar dulu, dan dilanjutkan dengan   ujian. Atau sebaliknya, menerima ujian dan cobaan dulu, kemudian   mengambil pelajaran dan hikmah dari ujian tersebut.  Namun bangsa kita   sepertinya dihadapkan pada suasana yang mengharuskannya untuk   menghadapi ujian sekaligus belajar dalam rangka  menjadi bangsa yang   dicita-citakan.</p>
<p>Pak Harto telah pergi, meninggalkan banyak hikmah yang dapat dipetik.    Betapa untuk menjadi seorang besar, menjadi pahlawan, mesti harus   ditempuh dengan berbagai peristiwa heroik, perjuangan dan pengorbanan.    Betapa susu sebelanga dapat begitu saja tiada artinya karena nila   setitik. Betapa orang begitu mudah melupakan hal-hal baik, dan   menuliskan keburukan seseorang dalam sebuah prasasti. Betapa semua   orang mengharuskan dan menuntut kita untuk menjadi sempurna tanpa   cacat.</p>
<p>Selamat jalan Pak Harto. Mari kita hormati kepergiannya dan memaafkan   segala kesalahannya. Sudah menjadi keharusan kita untuk memaafkan,   apalagi <a href="http://yusril.ihzamahendra.com/2008/01/17/naskah-pernyataan-berhenti-presiden-soeharto-21-mei-1988/">Beliau juga pernah meminta maaf</a> kepada seluruh rakyat   Indonesia.  Semoga jasa-jasa dan amal baik beliau diterima di sisi   Allah, dan diampuni segala dosanya.</p>
<p>*Gambar diambil dari <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Portal:Indonesia/ST_List/SB_Suharto">Wikipedia</a>.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2008/01/27/selamat-jalan-pak-harto.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuh</title>
		<link>http://namora.org/blog/2008/01/21/tujuh.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2008/01/21/tujuh.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 07:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Basbang</category>
	<category>Quotes</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2008/01/21/tujuh.html</guid>
		<description><![CDATA[[Basbang] [Quotes of the Day]
Dicopy-paste dari mailbox hari ini. Credit to Anton Wijaya Lim. 7 Komponen Sederhana untuk Bahagia.


Tidak seorangpun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.Tuhan tidak menjanjikan hari hari tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Ia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">[Basbang] [<em>Quotes of the Day</em>]</p>
<p>Di<em>copy-paste</em> dari <em>mailbox</em> hari ini. <em>Credit to</em> Anton Wijaya Lim. 7 Komponen Sederhana untuk Bahagia.</p>
<p><a id="more-101"></a></p>
<ol>
<li>Tidak seorangpun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru, tetapi setiap orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.Tuhan tidak menjanjikan hari hari tanpa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Ia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, penghiburan atas air mata dan cahaya dalam perjalanan.</li>
<li>Kekecewaan adalah seperti lubang di jalan, yang sedikit memperlambat mu, tetapi kemudian engkau menikmati jalan yang mulus. Jangan tinggal di lubang terlalu lama. Maju terus!</li>
<li>Jika engkau kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kau inginkan, duduklah tegak dan berbahagialah, karena Tuhan sudah memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan padamu.</li>
<li>Jika sesuatu terjadi padamu, baik ataupun buruk, pertimbangkan apa artinya. Ada tujuan pada setiap kejadian dalam hidup, untuk mengajarkanmu bagaimana lebih banyak tertawa atau tidak menangis tersedu sedu.</li>
<li>Engkau tidak bisa membuat seseorang mencintaimu, yang dapat kau lakukan adalah menjadi seseorang yang dapat dicintai, selebihnya terserah pada orang itu untuk menyadari nilaimu.</li>
<li>Jangan mengabaikan teman lama. Engkau tidak akan menemukan orang yang dapat menggantikannya. Persahabatan itu seperti anggur, Semakin tua semakin baik.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2008/01/21/tujuh.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Saya (Sangat) Memimpikan mempunyai ASUS Eee PC</title>
		<link>http://namora.org/blog/2008/01/15/saya-sangat-memimpikan-mempunyai-asus-eee-pc.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2008/01/15/saya-sangat-memimpikan-mempunyai-asus-eee-pc.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 02:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Review</category>
	<category>Blogging</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2008/01/15/saya-sangat-memimpikan-mempunyai-asus-eee-pc.html</guid>
		<description><![CDATA[IWantEeePC. Alangkah bahagianya jika saya mendapatkan ASUS Eee PC, apalagi hal tersebut saya dapat sebagai orang yang beruntung dari sebuah ajang kompetisi blog.
Setidaknya ada 2 alasan kenapa saya begitu berbahagia (baca: mengharapkan).

Pertama, saya sepertinya mulai membutuhkan sebuah mobile computer, yang praktis dan memiliki fitur atau performa yang cukup bagus. Desktop PC yang ada di kantor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://iwanteeepc.blogspot.com/">IWantEeePC</a>. Alangkah bahagianya jika saya mendapatkan <strong>ASUS Eee PC</strong>, apalagi hal tersebut saya dapat sebagai orang yang beruntung dari sebuah ajang kompetisi blog.<br />
Setidaknya ada 2 alasan kenapa saya begitu berbahagia (baca: mengharapkan).<br />
<a id="more-100"></a><br />
Pertama, saya sepertinya mulai membutuhkan sebuah <em>mobile computer</em>, yang praktis dan memiliki fitur atau performa yang cukup bagus. Desktop PC yang ada di kantor dan di rumah, sepertinya sudah mulai saya rasakan kurang cukup untuk mendukung kebutuhan (dan hobi, heheh) saya.</p>
<p>Yang kedua, selama ini belum sekalipun saya mendapatkan hadiah (yang berharga tentunya), kecuali dari judi permen cecak sewaktu saya di SD. Bahkan dari ajang <em>door-prize</em> suatu <em>event </em>yang pesertanya sedikitpun (padahal hadiahnya banyak), saya selalu pulang dengan gigit jari. Padahal saya amati, ada beberapa orang yang sepertinya <em>hoki banget</em> dan sering mendapatkan hadiah dari berbagai kegiatan <em>door-prize</em>.</p>
<p>Kalau saya punya <strong>ASUS Eee PC</strong>, setidaknya ada beberapa hal yang dapat mengubah hidup saya, kalau perlu saya nanti bikin stiker &#8220;My ASUS Eee PC changes my life&#8221; dan saya tempel di mobil saya.  Perubahan-perubahan itu di antaranya:</p>
<ol>
<li>Saya dapat memanfaatkan banyak waktu saya yang terluang dan terbuang begitu saja. Misalnya di perjalanan pergi dan pulang kantor, rata-rata saya menghabiskan waktu 3 jam di bus kota (Ya, ya.. terima kasih Jakarta). Dengan waktu yang sebanyak itu, tentu banyak hal yang saya dapat lakukan. Dari sekedar membaca document <em>portable</em>, mendengarkan lagu, atau menulis dan mengumpulkan ide-ide yang selama ini lenyap begitu saja ditelan debu jalanan (bah!). Heheh bombastis amat!  Saya yakin hal tersebut akan dapat mengubah <em>tren </em>yang ada selama ini, bahwa hal-hal yang dapat dilakukan kalau manyun di bus kota adalah <em>pencat-pencet</em> hape, atau sibuk <em>mainin </em>ipod.  Mengingat ukuran <strong>ASUS Eee PC</strong> ini hanya setengah dari kebanyakan laptop, hal itu tentu membuat saya nyaman membawanya ke mana saja, termasuk di dalam bus kota.</li>
<li>Selamat tinggal catatan-catatan kecil. Ketika melakukan <em>meeting </em>dan saya tidak membawa buku agenda, biasanya saya menggunakan kertas lembaran untuk menulis hal-hal yang penting dari hasil <em>meeting</em>. Memang sih ada dokumen <em>minutes of meeting</em>, tetapi kadang catatan saya lebih penting dari dokumen tersebut. Itu semua tentu kalau saya mempunyai <strong>ASUS Eee PC</strong>. Saya dapat menyimpan langsung hasil meeting tanpa perlu repot-repot membawa buku agenda atau laptop.</li>
<li>Mewujudkan keinginan saya untuk menulis minimal sebuah buku mungkin dapat terwujud dengan <strong>ASUS Eee PC</strong>. Selama ini begitu banyak ide yang terbuang dan terlambat dituangkan ke dalam sebuah karya, hanya saja karena saya kesulitan mencatatnya, ketika saya mempunyai ide dan kesempatan (waktu).</li>
<li>Dapat bergantian dengan anak saya yang belakangan ini semakin &#8216;menjuarai&#8217; penggunaan PC desktop di rumah. Ketika libur atau <em>week-end</em>, dan tidak ada acara ke luar rumah, sepertinya saya selalu bersaing dengan anak saya menggunakan komputer di rumah. Dengan adanya <strong>ASUS Eee PC</strong>, saya dan anak saya dapat saling bergantian berbagi pengalaman mengguanakan <strong>ASUS Eee PC</strong>.</li>
<li>Saya dapat sering-sering melakukan synchronize data-data saya yang tersimpan di HP, email / data pekerjaan ke dalam <strong>ASUS Eee PC</strong>, sehingga dapat mencarinya dengan mudah jika saya membutuhkan data tersebut.</li>
</ol>
<p>Itu semua tentunya jika saya berhasil mendapatkan <strong>ASUS Eee PC</strong> dari sebuah ajang kompetisi yang diadakan ASUS. Saya tentu berterima kasih kepada ASUS, jika bukan hanya seorang pemenang saja yang berhasil mendapatkan hadiah tersebut, karena saya yakin begitu banyak blogger yang berharap mendapatkannya.</p>
<p>Sekali saya mengucapkan selamat kepada ASUS semoga produk Eee PC ini dapat diterima pasar, dan dapat menjadikannya sebagai <em>trend-setter</em> bagi kelas produk ini.<br />
Buat blogger lainnya, saya ucapkan selamat berkompetisi!
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2008/01/15/saya-sangat-memimpikan-mempunyai-asus-eee-pc.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Resolusi 2008</title>
		<link>http://namora.org/blog/2007/12/25/resolusi-2008.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2007/12/25/resolusi-2008.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 08:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Me and my family</category>
	<category>My Life</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2007/12/25/resolusi-2008.html</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah kondisi external dan internal yang tidak begitu menjanjikan, berikut adalah sedikit resolusi tahun 2008, yang sepertinya masih fisibel untuk diharapkan:


Melunasi hutang lunak jangka pendek. Hehehe..   itu harus dan nomor 1.


Bikin atap carport. Kasihan itu mobil sejak pertama tinggal di situ, kena hujan-panas. Bodycovernya juga sudah mulai compang-camping, krispy merana terkena terik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah kondisi external dan internal yang tidak begitu menjanjikan, berikut adalah sedikit resolusi tahun 2008, yang sepertinya masih fisibel untuk diharapkan:<a id="more-99"></a></p>
<ol>
<li>
<div>Melunasi hutang lunak jangka pendek. Hehehe.. <img src='http://namora.org/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  itu harus dan nomor 1.</div>
</li>
<li>
<div>Bikin atap carport. Kasihan itu mobil sejak pertama tinggal di situ, kena hujan-panas. Bodycovernya juga sudah mulai compang-camping, krispy merana terkena terik dan hujan.</div>
</li>
<li>
<div>Meningkatkan anggaran pendidikan. Sepertinya Ammar dan Salma perlu diikutkan lebih banyak lagi kursus, terutama Ammar. Meskipun dia sekarang mendapat <a href="http://amzufar.wordpress.com/2007/12/22/juara-satu/">ranking  1</a> sekaligus menjadi ketua kelas (apa hubungannya?), masih banyak potensi dia yang mesti dipupuk dan digali. Kursus bahasa Inggris, dan mengajinya perlu ditingkatkan. Mungkin harus mindahin ke tempat kursus yang lebih baik. Kemarin mau nanya2 di EF Supermal Karawaci, tapi EF-nya masih libur. Kursus lainnya mungkin kursus renang perlu juga buat mereka. Ada kemungkinan juga untuk memindahkan sekolah Ammar yang lebih bagus lagi yakni ke &#8217;sekolah unggulan&#8217;. Meskipun sepertinya semakin sulit untuk pindah sekolah dari wilayah kabupaten ke kodya, karena &#8217;sekolah unggulan&#8217; berada di kodya.</div>
</li>
<li>
<div>Berhenti, setidaknya mengurangi sifat melenguh, eh mengeluh.  Sebenarnya sudah saya kurangi akhir-akhir ini, tetapi sepertinya kurang maksimal.  Implikasi nyatanya adalah berkurangnya postingan di blog ini. Karena setelah saya review, sepertinya blog ini kebanyakan berisi keluhan, dan tidak random lagi. (jastifikasi dan ah lesyan bagi yang males posting. heheh)</div>
</li>
<li>
<div>Lebih banyak bersedekah (tentunya semampunya), sebagai ungkapan rasa syukur dan kepedulian sosial. Dengan bersedekah, kata Opick bisa dekat dengan surga. Btw, kenapa cuma &#8216;dekat&#8217; saja ya.</div>
</li>
<li>
<div>Punya kamera digital yang lumayan bagus dan fit di kantong. Juga fit dengan kondisi kantong tentunya.</div>
</li>
<li>
<div>Memutuskan untuk ganti sepeda motor atau tidak.  Saya sudah terlanjur sayang dengan motor yang sekarang, yang setia menemani dan sama sekali tidak pernah rewel, juga sangat irit BBM.  Secara fungsional memang sudah memenuhi kebutuhan, karena setiap hari hanya menempuh sekitar 10km PP.  Tapi dibandingkan dengan motor baru, tentunya motor saya kalah nyaman. Itu saja sih bedanya.</div>
</li>
<li>
<div>Bulan depan katanya coverage Fastnet sampai di komplek perumahan sini.  Nah kalau memang demikian, berlangganan Fastnet merupakan salah satu resolusi tahun 2008. Selamat tinggal telkomnyet!</div>
</li>
<li>
<div>(Pesen sponsor:)  Istri saya ingin lebih ikhlas lagi dalam segala hal.  Duh mulianya.</div>
</li>
<li>
<div>(Pesen sponsor &#038; pesan layanan masyarakat:)  Beliin Hape baru buat istri.  Duh.</div>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2007/12/25/resolusi-2008.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Curhat akhir tahun 2007</title>
		<link>http://namora.org/blog/2007/12/25/curhat-akhir-tahun-2007.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2007/12/25/curhat-akhir-tahun-2007.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Dec 2007 08:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Me and my family</category>
	<category>My Life</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2007/12/25/curhat-akhir-tahun-2007.html</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2007, sebentar lagi berakhir, meninggalkan berbagai kenangan, kenyataan, prestasi dan cita-cita yang belum tercapai. (Ciyeeeh..)
Sepertinya waktu begitu cepat berlalu, meninggalkan kita semua di sini. Mungkin seperti iklan sebuah album lagu (kaset/cd) di tivi. Baru terdengar sepintas sebuah lagu, langsung saja &#038;^#%$@* (di-fast forward maksudnya) ke lagu berikutnya. Demikian seterusnya.
Eh ngomong-ngomong soal iklan, akhir tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2007, sebentar lagi berakhir, meninggalkan berbagai kenangan, kenyataan, prestasi dan cita-cita yang belum tercapai. (Ciyeeeh..)</p>
<p>Sepertinya waktu begitu cepat berlalu, meninggalkan kita semua di sini. Mungkin seperti iklan sebuah album lagu (kaset/cd) di tivi. Baru terdengar sepintas sebuah lagu, langsung saja &#038;^#%$@* (di-<em>fast forward</em> maksudnya) ke lagu berikutnya. Demikian seterusnya.</p>
<p><a id="more-98"></a>Eh ngomong-ngomong soal iklan, akhir tahun ini banyak sekali iklan layanan masyarakat berkeliaran di tivi. Hampir semuanya iklan milik pemerintah/pemda. Iklan dari departemen ini, dirjen itu, suku dinas nganu, pemda sono. Ada dua kemungkinan kenapa iklan tersebut muncul bersama-sama alias berjamaah. Yakni karena kebetulan, atau memang sekedar mengingatkan kita bahwa tahun (anggaran) sekarang akan segera berakhir.</p>
<p>Mungkin sudah menjadi tren bahwa menjelang berakhirnya hitungan tahun, di mana-mana sepertinya hendak mengejar setoran; atau ingin menorehkan ‘prestasi’ menjelang berakhirnya waktu. Ya semacam cuci gudang aka <em>clearance sale</em>, atau samting laik det. Di akhir-akhir bulan ini, sebagai pekerja alias kuli, saya juga ikut-ikutan menjadi sibuk. Ibarat tukang masak, banyak sekali pesanan akhir tahun ini. Sepertinya semuanya ingin menggelar resepsi yang besar dan meriah.</p>
<p>Dalam bulan Desember ini saya terlibat dalam (*sebentar saya hitung) .. enam project yang harus live bersamaan sebelum akhir tahun. Repotnya, di sini enggak ada yang namanya Project Management. Kalau ada mungkin nggak akan ada ya enam project jalan bersamaan, hehehe.</p>
<p>Pada akhirnya, itu semua mengingatkan saya, bahwa tahun 2007 ini memang akan segera berakhir. Dan sekarang saatnyalah saya membuat catatan kaki tentang apa yang saya temui di tahun ini.</p>
<p>Bulan January, saya harus disibukkan dengan implementasi sistem pembayaran pajak online versi baru aka MPN, yang sepertinya juga proyek kejar tayang yang harus live tepat di awal tahun (2 januari). Akibat sepanjang bulan mesti <em>mithesi</em> kutu (<em>debugging</em>) yang ada di sini. Kutu di kantor pajak malah sepertinya lebih banyak lagi.</p>
<p>Hari-hari berikutnya adalah seperti biasa, di mana saya harus berterima kasih kepada kota Jakarta yang tidak bosan memberi kemacetan di jalan, sewaktu berangkat dan pulan kerja. Semua dan waktu berlalu begitu saja.</p>
<p>Yang sedikit special adalah event wisuda saya di bulan februari, yang sepertinya menggenapkan cita-cita dan jerih payah saya selama 2 tahun terakhir untuk menyelesaikan studi S2. Masih teringat begitu sibuk dan capeknya harus bekerja dan pulang larut-larut malam, atau begadang menyelesaikan tugas kuliah. Pada akhirnya saya banyak berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan, kepada keluarga dan kepada orang-orang yang telah banyak membantu serta memberikan inspirasi kepada saya selama kuliah di Pelita Harapan.</p>
<p><em>Highlight</em> lainnya yang ada di tahun ini adalah mempersiapkan Ammar masuk sekolah (SD) dan Salma masuk TK. Yang terasa berat adalah ketika Ammar mesti memilih sekolah. Ternyata susah untuk masuk SD yang sesuai dengan impian, apalagi usia Ammar memang berada di posisi syarat minimal untuk masuk SD. Usia Ammar waktu itu memang belum 6 tahun. Moral yang saya dapat, setelah saya bersusah payah memasukkan ke SD yang terbaik, favorit, unggulan, berkualitas (dan gagal karena –saya yakin—faktor umur), adalah saya mengalami dan sedikit banyak dapat memahami tentang kondisi dunia pendidikan kita. Yang itu semua saya pikir sungguh jauh dari kata ideal. Hal ini semakin menguatkan cita-cita saya, yakni jika saya punya kekuatan, <em>resources</em> dan kesempatan, serta jika Tuhan menghendaki, saya ingin mempunyai dan mengelola sekolah menjadi sekolah yang maju, dan dapat memberikan sumbangsih yang nyata bagi murid-murid, (dan yang terpenting) juga bagi guru-guru dan pengelolanya.</p>
<p>Sebentar… *tarik nafas…. Kok curhatnya jadi curhat banget dan idealis sekali ya. Hehehe. Tapi memang begitulah yang terjadi di tahun 2007.</p>
<p>Hari-hari berikutnya, sepertinya seperti hari-hari biasa, bahkan kadang seperti mengulang hari. Kadang membosankan, kadang seperti dicuci-otak sehingga saya kadang menjadi *blank dan seperti robot semata yang menjalani hari-hari di kesibukan kerja, di sebuah kantor yang dipenuhi orang-orang aneh (Ya, saya memang aneh!).</p>
<p>Tahun 2007 ini juga, tahun di mana akhirnya saya dapat memiliki (baca: hutang) sebuah mobil baru untuk keluarga yang sangat membantu kalau bepergian atau belanja bersama keluarga. Saya masih ingat bagaimana repotnya membawa belanja bulanan dengan naik motor berpenumpang satu keluarga (4 orang maksudnya).</p>
<p>Begitulah sedikit catatan yang terjadi di tahun ini. Sisanya hanya berupa fragment-fragment kecil, yang kadang saya lupa-ingat atas apa yang terjadi di tahun itu. Ya, waktu memang serasa demikian cepat, tapi curhat ini terasa begitu panjang dan membosankan. Sampai jumpa.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2007/12/25/curhat-akhir-tahun-2007.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Ammar dan Salma</title>
		<link>http://namora.org/blog/2007/07/10/rumah-ammar-dan-salma.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2007/07/10/rumah-ammar-dan-salma.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>My Life</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2007/07/10/rumah-ammar-dan-salma.html</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Ammar dan Salma sudah punya &#8216;rumah&#8217; sendiri. Alamatnya ada di sini :
http://ammar.namora.web.id atau di http://amzufar.wordpress.com
Ya.. ya, meskipun PANDI sudah nga menggratiskan lagi, saya teteup pake domain .ID
Hehehe&#8230;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini Ammar dan Salma sudah punya &#8216;rumah&#8217; sendiri. Alamatnya ada di sini :<br />
<a href="http://ammar.namora.web.id">http://ammar.namora.web.id</a> atau di <a href="http://amzufar.wordpress.com/">http://amzufar.wordpress.com</a></p>
<p>Ya.. ya, meskipun PANDI sudah nga menggratiskan lagi, saya teteup pake domain .ID<br />
Hehehe&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2007/07/10/rumah-ammar-dan-salma.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Diskriminasi dunia pendidikan</title>
		<link>http://namora.org/blog/2007/07/10/diskriminasi-dunia-pendidikan.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2007/07/10/diskriminasi-dunia-pendidikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 10:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Opinion</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2007/07/10/diskriminasi-dunia-pendidikan.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Tragis. Sedih. Eneg.&#8221; Begitulah perasaan saya mendengar cerita istri saya sepulang dari arisan ibu-ibu satu RT.  Melalui istri saya, berdasarkan curhat ibu-ibu,  saya dapat memahami perasaan calon orang tua siswa yang gagal masuk ke sekolah (SMP) yang diimpikannya.
Anak Pak RT dan Pak Burhan, tidak dapat melanjutkan ke sekolah favorit/unggulan yang diimpikan.
Hal tersebut kemungkinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Tragis. Sedih. Eneg.&#8221; Begitulah perasaan saya mendengar cerita istri saya sepulang dari arisan ibu-ibu satu RT.  Melalui istri saya, berdasarkan curhat ibu-ibu,  saya dapat memahami perasaan calon orang tua siswa yang gagal masuk ke sekolah (SMP) yang diimpikannya.</p>
<p>Anak Pak RT dan Pak Burhan, tidak dapat melanjutkan ke sekolah favorit/unggulan yang diimpikan.<br />
Hal tersebut kemungkinan disebabkan karena adanya suatu aturan yang mungkin dapat dikatakan sebagai diskriminasi.</p>
<p><a id="more-96"></a>Aturan tersebut berupa kuota penerimaan murid dari wilayah kabupaten sebesar 10%.  Masih menggunakan narsum istri saya, sewaktu diumumkan,  ternyata standar nilai terendah dari calon siswa yang diterima adalah berbeda.  Calon siswa yang berasal dari kodya adalah memiliki standar nilai terendah 5. Sedangkan nilai terendah calon siswa dari kabupaten adalah 8 (atau 7 kalau tidak salah).</p>
<p>Artinya calon siswa dengan nilai 7 tidak dapat diterima di sekolah (SMP) unggulan, sedangkan siswa dengan nilai 5, hanya karena dia berasal dari wilayah kodya dapat memasuki sekolah unggulan. Menurut saya, hal ini engga lucu, dan diskriminatif.</p>
<p>Atas nama Pak RT, Pak Burhan (halah&#8230;), saya menanyakan (kepada siapa? HAH?) di mana rasa keadilan ituuuuuh? Apakah orang harus tinggal di tempat &#8216;yang lebih maju&#8217; (?) untuk mendapatkan akses yang mudah terhadap &#8216;keadilan&#8217;?<br />
Salahkah orang pintar yang tinggal di daerah kabupaten?</p>
<p>Saya tidak tahu, aturan kuota ini merupaka kebijakan Pemda Tangerang atau berlaku secara nasional. Tapi dari hasil search di  google saya dapatkan informasi bahwa di Jatim <a href="http://www.d-infokom-jatim.go.id/news.php?id=10652">PENERIMAAN MURID BARU TA 2007/2008 DISERAHKAN KAB/KODYA</a><br />
, dan itupun dengan syarat :</p>
<blockquote><p>&#8230; yakni penyeleksian secara obyektif, transparan, dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan tidak diskriminatif. Diskriminatif artinya tidak membeda-bedakan suku, agama, ras, daerah, serta miskin atau kaya.</p></blockquote>
<p>Tyus, dari poskota online, eh ada <a href="http://www.poskota.co.id/bodetabek_baca.asp?id=33236&#038;ik=4">berita tentang kuota</a> tersebut di tangerang. Dan itu memang diakui oleh kepala dinas P &#038; K Tangerang.</p>
<blockquote><p>H. Zaenudin, Kepala Dinas P dan K Kota Tangerang mengakui kebijakan kuota itu. Alasannya, dinasnya harus memprioritaskan lulusan SD asal Kota Tangerang untuk masuk SMPN di kotanya. Dia mengaku kursi SMPN yang tersedia saat ini masih belum mampu menampung seluruh lulusan SD asal Kota Tangerang.</p></blockquote>
<p>Oh.. jadi itu toh alesyan formalnya, dinas P&#038;K Kota sepertinya hendak mengatakan, silakan P&#038;K Kabupaten bikin sendiri sekolah yang banyak dan bagus, dan kalau bisa jangan sampai anak-anak dari you punya otoriti masup ke sini.  Biar keliatan kan kalau kerjaan ane itu emang yahood. Sekolah di sini bagus2, banyaaak! Dan semua warga kodya dapat masuk ke sekolah yang bagus ituh. &#8216;Gitu kan?</p>
<p>Gajah bertempur, pelanduk mati di tengah&#8230; Oh nazib jadi rakyat keciiilll.. malang benar
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2007/07/10/diskriminasi-dunia-pendidikan.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Ulang Tahun, Salma</title>
		<link>http://namora.org/blog/2007/07/06/selamat-ulang-tahun-salma.html</link>
		<comments>http://namora.org/blog/2007/07/06/selamat-ulang-tahun-salma.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jul 2007 07:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>namora</dc:creator>
		
	<category>Me and my family</category>
	<category>Happening</category>
		<guid isPermaLink="false">http://namora.org/blog/2007/07/06/selamat-ulang-tahun-salma.html</guid>
		<description><![CDATA[Adek, &#8230; hari ini, tepat 4 tahun usiamu. Maafkan ayahmu tidak dapat memenuhi keinginanmu untuk &#8220;libur pagi&#8221; hari ini. Ya, Adek memang tahunya kalau ayah pulang kerja dianggapnya sebagai &#8216;malam libur&#8217;.  Semoga kalau kamu besar nanti, kamu pasti tahu apa yang dimaksud dengan libur dan kerja.
Adek, besuk pagi, sabtu, ayahmu libur pagi, siang dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adek, &#8230; hari ini, tepat 4 tahun usiamu. Maafkan ayahmu tidak dapat memenuhi keinginanmu untuk &#8220;libur pagi&#8221; hari ini. Ya, Adek memang tahunya kalau ayah pulang kerja dianggapnya sebagai &#8216;malam libur&#8217;.  Semoga kalau kamu besar nanti, kamu pasti tahu apa yang dimaksud dengan libur dan kerja.</p>
<p><a id="more-95"></a>Adek, besuk pagi, sabtu, ayahmu libur pagi, siang dan malam. <img src='http://namora.org/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Besuk deh kita jalan-jalan, sekalian ayah belikan hadiah kecil buat Adek.</p>
<p><img src="http://i82.photobucket.com/albums/j260/namora_id/salma4.jpg" /><br />
&#8220;Selamat ulang tahun di Salma. Semoga menjadi anak yang shalihah, dan bermanfaat bagi banyak orang.&#8221;</p>
<p>*jadi pengen cepet2 pulang, beli eskrim titipan Adek.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRSS>http://namora.org/blog/2007/07/06/selamat-ulang-tahun-salma.html/feed/</wfw:commentRSS>
		</item>
	</channel>
</rss>
