Catatan Piala Dunia 2006

Piala dunia 2006 telah berakhir dan tim Italy berhasil menjadi juara, setelah melewati perjalan yang panjang dan terakhir berjuang di adu penalti melawan Prancis. Sebenarnya pada pertandingan final tersebut saya menjagokan tim Prancis, tetapi pada kenyataannya Prancis mampu dikalahkan oleh tim favorit istri saya (Italy). Yang menjadi catatan penting bagi saya dalam pertandingan final tersebut adalah insiden dikeluarkannya Zidane dari lapangan ketika melakukan pelanggaran dengan menanduk Marco Materazzi, yakni pada saat 10 menit menjelang akhir babak perpanjangan yang kedua. Tragis sekali dan merupakan suatu ironi, mengingat pertandingan tersebut merupakan pertandingan terakhir bagi Zidane di tingkat internasional, karena Zidane berencana pensiun dari karirnya menyepak si kulit bundar.

Mungkin seperti penonton lainnya, saya tidak tahu persis apa yang terjadi sehingga Zidane berbuat demikian. Zidane yang seharusnya mampu dinobatkan menjadi pemain terbaik di event bergengsi ini, dan terkenal dengan permainannya yang ‘santun’ tiba-tiba meledak dan habis kesabarannya. Pada kejadian tersebut, wasitpun tidak melihat sehingga diperlukan diskusi dengan hakim garis sehingga diperlukan waktu yang relatif lama untuk memutuskan mengeluarkan kartu merah.

Istri saya yang pendukung Italy-pun menyesalkan hal tersebut. Dia hanya berkomentar bahwa “seharusnya jangan pelanggaran fisik saja yang dinilai oleh wasit, tetapi juga pelanggaran psikis juga dijadikan pertimbangan…” Tapi memang begitulah, terlalu sulit mengukur sesuatu yang tidak terlihat, yang relatif tidak terukur (kualititatif). Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Fenomena lain yang terjadi pada event akbar ini adalah semakin maraknya tindakan-tindakan yang melanggar norma sportifitas dan fairplay, yang selama ini menjadi tagline setiap event yang diadakan oleh FIFA ini. Hal tersebut ditandai oleh banyaknya aksi diving dan provokasi pemain terhadap wasit, dan mengakibatkan penalti sehingga merugikan pihak lawan. Tim-tim favorit yang diperkirakan akan menoreh prestasi yang lebih bagus, ternyata memberikan hasil yang sebaliknya. Sebut saja tim Brazil, tim yang di atas kertas difavoritkan menjadi juara, dengan mempunyai pemain berkelas wahid seperti Ronaldo dan Ronaldinho. Juga tim Inggris yang harus puas dengan hanya mampu menjadi juara di tingkat grup, padahal memiliki pemain yang juga tidak kalah cemerlang, terutama dengan menonjolnya karir dan karisma selebriti sepakbola yaitu David Beckham.

Terlepas dari itu semua, yang terjadi di Piala Dunia 2006 di Jerman ini di antaranya :

  • Perolehan gol rata-rata yang menurun (silakan di cek di website FIFA)
  • Secara” tuan rumah, Jerman berhasil dan sukses menyelenggarakan event besar ini, dan konon stadion yang digunakan benar-benar futuristik.
  • Juara piala dunia kali ini, Italy, sebenarnya sedang mengalami masalah di tingkat liga dengan diindikasikannya manipulasi atau persekongkolan perolehan skor
  • Apalagi ya?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *