Master.. I have this for you

Tuesday, July 05, 2005
Dalam bahasa pemrograman komputer, sering kali dijumpai suatu variable yang sebenarnya turunan, atau nama lain, atau alias dari variable tertentu. Mungkin ini susah untuk dijelaskan, tapi intinya: ada sesuatu entitas (atau data) yang tersimpan di memory tertentu, tetapi kita dapat mengaksesnya dengan ‘mengatas namakan’ variable yang berbeda-beda. Agak rumit memang. Contohnya, jika kita menginginkan untuk mengambil atau memanipulasi data tersebut kita dapat mengaksesnya menggunakan variable A, B, atau yang lain. Mungkin tidak semua bahasa pemrograman menggunakan konsep dan metoda yang sama. Ada yang menyebutnya pointer, atau clone-copy, redefines, dst..

Tapi sebenarnya tidak tentang data di memory computer itu yang ingin saya tulis. Sepertinya data dalam komputer, atau lebih luas lagi: materi , mengikuti konsep bahwa dia ‘tidak ada artinya’ dan tidak terikat ke sesuatu apapun. Dia tunduk pada siapa yang mengaksesnya, siapa yang memakainya. Tunduk kepada ‘tuannya’. Kadang saya lupa dan tidak sadar untuk menempatkan posisi materi di tempat yang seharusnya, sehingga saya kadang lupa untuk bersyukur bahwa kita kebetulan mempuyai akses untuk mendapatkan materi. Materi di sini tentunya mempunyai arti yang sangat luas. Bisa harta benda, kehidupan, anak istri, saudara, dan semua yang ada dan dapat kita rasakan.

Jangan pernah berharap untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya, tapi syukurilah dengan apa semua yang kita dapatkan. Nikmatilah selagi bisa. Mungkin dengan cara itu dapat mendekatkan kita untuk mensyukurinya. Kadang ada orang yang mengejar materi sehingga dia lupa sendiri untuk apa materi itu. Contohnya orang yang sangat kaya dan sibuk sekali dengan pekerjaannya untuk meningkatkan kekayaannya, sampai dia tidak dapat menikmati hasil kerjanya karena sangkin sibuknya dia bekerja. Kontrasnya, itu semua — hasil kerja dan kekayaanya– dapat dinikmati dengan sempurna oleh pembantu rumahnya, karena secara de facto dialah tuan rumahnya (karena tuan rumah yang aslinya hanya pulang untuk tidur beberapa jam); dialah ‘pemilik’ rumah itu dengan segala fasilitasnya.

So.. sekali lagi materi tidaklah mengenal siapa tuannya. It doesn’t tight to anything, but it self. Materi tidaklah tunduk kepada materi. Dia tunduk kepada sang pencipta materi, yang memindahkan materi, yang ‘mentransformasi’ materi dan juga yang menghancurkan materi.
Demikian juga dengan kita, karena kita adalah materi juga.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *