Setan : 4W+1H

Keyword: Syaithon, Setan ‘lu, Kesetanan, evil, devil, Dasar setan, watch your back, basbang!

Melengkapi tulisan saya tentang malaikat, dan juga tulisan saya sebelumnya, berikut ini adalah tulisan tentang setan. Serem kelihatannya, meskipun saya belum pernah melihat setan secara fisik (atau metafisik?). Secara umum setan mungkin dapat didefinisikan sebagai entitas yang selalu menimbulkan dan mengajak manusia untuk melakukan perbuatan dosa, salah, tidak terpuji. Apa iya sih? Hehehe itu sekedar yang saya pahami selama saya menjadi manusia. Berikut ini 4W+1H tentang setan (versi saya) :

  • Mempunyai semangat dan commit terhadap ‘tugas’ nya. Perhatikan ‘sumpah setan’ berikut : “Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS. AL A’raaf: 17)
  • Layaknya orang marketing, dia selalu up to date terhadap informasi, mengikuti perkembangan jaman, dan tidak kuper, sehingga bisa lebih mudah mendapatkan client untuk menjalin kerjasama. Tipuan-tipuan, dan jebakannya sangat halus, sehingga client tidak sadar bahwa yang dia beli adalah sebuah racun dalam kemasan menarik terbalut rasa madu yang manis.
  • Wujud setan sekarang sepertinya tidak lagi menyeramkan, sebagaimana digambarkan di film atau sinetron.  Bahkan setan sekarang tampil dengan sosok yang enak dipandang (saalh fouks? heheh), cantik atau ganteng (wangi lagi :). Ketika mereka menjelma menjadi tuhan-tuhan kecil, mereka tidak lagi berwujud sebagai patung berhala sebagaimana yang dihancurkan Nabi Ibrahim. Mereka dapat menjadi materi apa saja yang kasat mata dan kasat rasa.
  • Mereka ada di mana-mana. Di kiri kanan kita, di depan dan belakang kita. Mereka dapat menyusup ke dalam rumah, kantor, desa, kota, tempat keramaian, dan dapat pula menyusup ke dalam sebuah tempat ibadah dan majlis taklim.

Untuk menghindar dari serangan mereka, cuma ada satu cara, yaitu :

  • Dengan berlindung kepada pencipta manusia dan setan. Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. An-Naas: 1-6)
Published
Categorized as Opini

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *