Setan, bukti keadilan Tuhan

Kenapa Tuhan menciptakan setan, kejelekan, kejahatan, dan hal-hal negatif lainnya? Pertanyaan ini muncul begitu saya menekan tombol submit untuk posting tulisan tentang setan. Bukankah Tuhan maha adil, maha bijaksana. Dari Tuhan pulalah semua kebaikan bermula.

Beberapa hari yang lalu saya membaca tulisan di internet yang mengisahkan tentang jawaban versi Einstein (?) ketika ditanya oleh seorang Profesor tentang penciptaan dan eksistensi seorang devil. (saya lupa URL-nya… Nanti kalau ketemu, saya update deh. Heheh basbang ya? )

Jadi begini … 🙂

Tuhan memang maha adil, maha suci dan maha tahu tentang segalanya. Dia menciptakan segala sesuatu dengan penuh perhitungan… (sok ‘teu ya saya.. hehe). Dia menciptakan siang dan juga malam, rasa panas dan rasa sejuk, kebaikan dan juga kejahatan (setan).

Siang menjadi terang karena cukup akan cahaya matahari. Sedangkan malam dapat menjadi gelap karena tidak mendapat cahaya matahari. Api terasa panas, dan air yang semula panas lambat laun dapat menjadi air yang menyegarkan dan sejuk, karena pengaruh api terhadap air telah berkurang / hilang.

Demikian pula Tuhan menciptakan kebaikan. Segala sesuatu dapat menjadi baik dan berguna jika diliputi kebaikan. Tapi jika kebaikan telah hilang, maka yang tersisa adalah kejahatan. Mungkin benar jika ada yang mengatakan bahwa sebenarnya kejahatan itu tidak ada, yang ada hanyalah sesuatu yang telah hilang kebaikannya.

Jangan salahkan Tuhan jika dia telah ‘menciptakan’ kejahatan. Yang salah adalah kita yang telah menggantikan dan menutupi kebaikan dengan kejahatan.

Ya. Tuhan telah ‘menciptakan’ kejahatan (setan), dan sepertinya Dia menyimpannya jauh sekali dari jangkauan kita. Hanya saja kita yang selalu senang menutupi kebenaran sehingga mendatangkan kejahatan itu. Jika selama ini kita selalu bersusah payah mengundang kejahatan (setan), maka di bulan Ramadhan ini marilah kita antar mereka ke tempat asal mereka selamanya.

Published
Categorized as Opini

11 comments

  1. jadi karena Tuhan telah menciptakan saya.. pasti Tuhan juga telah menciptakan sesorang super keren, baik hati, tidak sombong dan suka menabung di luar sana ya ?

    huehehehe…

  2. mungkin itu salah satu tanda Tuhan begitu mencintai manusia. Kita diberi kebebasan memilih.. tidak seperti Malaikat yang selalu taat atau Setan yang selalu bejat..
    Satu hal lagi yang harus disyukuri..

  3. Saya pernah dapat ‘siraman’ dari seorang ustadz yang memandang SETAN merupakan suatu SIFAT bukan wujud, jadi setan ada yang berupa manusia dan ada yang berupa jin,

    Di Al Qur’an juga ada di Surat An Naas

    Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

    Raja manusia.

    Sembahan manusia.

    Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

    yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

    dari (golongan) jin dan manusia.

    Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya

  4. http://www.toilet-kecil.tk

    hahaha… Setan kok keadilan Tuhan sih?

    Mari ambil asumsi, bahwa:
    1)Tuhan Maha Tahu
    2)Tuhan Maha Kuasa
    3)Setan adalah mahkluk yang rasional dan tidak terlalu bodoh untuk tahu bahwa Tuhan adalah maha kuasa.

    Pertanyaannya:
    1) Kenapa Tuhan harus ciptakan Setan yang jelas2 melawan Dia?
    2) Kenapa Iblis melawan Tuhan yang jelas2 dia tahu bahwa Tuhan tidak bisa dikalahkan…??!

    Hipotesa:
    1)Kalau benar2 Tuhan ada; maka Tuhan adalah pencipta yang buruk. Sesuatu yang hanya menghabiskan waktu untuk melihat drama di dunia sebagai bahan tontonan.

    2)Kalau benar2 tidak ada Tuhan; maka cerita Tuhan dan iblis cuma merupakan sebuah produk peradaban demi memuaskan imajinasi manusia dalam standarisasi moral.

    **peace

    http://www.toilet-kecil.tk

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *